Senin, 14 Oktober 2013



Resensi Buku
(Gadis Jakarta)

Diajukan Untuk memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia






 















Oleh,
ANO KARNO
XI-IPS 1





SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGRI 7 TASIKMALAYA
Jln. Air Tanjung No.25 Tlp. (0265) 321564
KAWALU TASIKMALAYA


Pengantar penerbit
Najib Kaelani,sastrawan dan sejarawan dari negri’sungai Nil’ ini memang banyak menghasilkan karya sastra dengan latar belakang sejarah.Bukan hanya sejarah Mesir atau Islam ,tapi sejarah bangsa-bangsa lain ,diantaranya Turkistan dan Indonesia.Seperti dalam novel Gadis Jakarta ini,penulis menjadikan kondisi Indonesia tahun 1965,terjadi gejolak politik ekonomi yang demikian dasyat,puncaknya adalah pemberontakan PKI ,atau lebih di kenal dengan istilah G 30-S\PKI.Namn sejarah kelam bangsa itu masih memiliki sisi gelap ,yang belum mampu (atau sengaja atau tidak )di ungkap.Sebagai penerbit yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan sastra dan budaya Timur,kami terus menerus berupaya menghadirkan karya-karya sastra bermutu .Pilihan timur lebih di dasarkan pada pertimbangan untuk memberi alternatif bacaan .Di tengah kecenderungan globalisasi yang di tandai dengan’Pemaksaan’sistem tunggal dunia,yang menafi’kan pradigma dan peradaban yang tidak sesuai ,serta memandang sebelah mata pada peradaban lain ,terhadap pengingkaran terhadap harkat kemanusaan .Karena manusia dilahirkan memiliki hak untuk menentukan pilihan atas ideologi,maupun sistem kehidupan yang paling sesuai.
      ‘ Pemaksaan’ yang terjadi saat ini didasarkan pada asumsi bahwa Barat lebih baik,lebih maju dan lebih rasional di banding Timur .Asumsi itu tidak salah pada beberapa bagian,namun salah pada hal yang paling fundamental, yaitu sejak ribuan tahun ,Barat dan Timur saling berinteraksi dan bersinegri untuk membentuk peradaban modern seperti sekarang .Tanpa ada jaman kegemilangan Cordova (Spanyol)sayangnya oleh Barat di sebut the dark age,abad kegelapan tentu reanisance dan revolusi industri tidak akan pernah lahir.Tanpa ada ilmuan besar seperti Hypathia (2 M) atau Ibn Sina ,Ibn Rusyd,maka Einsten dan yang lain tidak akan pernah lahir.
       Karena masing-masing peradaban saling mempengaruhi ,maka sangat naif apabila saat ini muncul klaim kelebihan Barat dari pada Timur .





Indentitas Buku
Judul buku                    : Gadis jakarta
Pengarang                     : Najib Kaelani
Penerbit                   : NAVILA
Pencetak                  : Mardang
Cetakan Pertama           :1, April 2001
Cetakan Kedua              :12, Juli 2001
Halaman \Ketebalan       : 224 Halaman 


Unsur intrinsik
Tema   :   Politik
Alur    :    Maju
Penokahan
Az Zaim berperan sebagai ketua partai PKI ,ia mempunyai karakter kejam dan licik  
Fatimah adalah seorang gadis yang harus berjuang sendirian membebaskan ayah dan kekasihnya yang sedang di tahan oleh ‘Partai’.Gadis itu mempunyai karakter  pejuang
Ayah adalah ayah dari Fatimah ia mempunyai karakter penyayang
Sudut pandang : Orang ke 3 yaitu orang lain
Seting               : Di ibukota Jakarta
Amanat             : Agar si pembaca bisa tau pergolakan pulitik Indonesia tahun 1965 ,yang mana terjadi gejolak politik ekonomi yang demikian dasyat ,puncaknya adalah pemberontakan PKI ,atau lebih di kenal dengan istilah G 30–S\PKI.

Sinopsis cerita
      Novel Mesir ini menceritakan kondisi pergolakan politik Indonesia tahun 1965.Dikisahkan seorang gadis ,anak dedengkot Masyumi yang harus berjuang sendirian membebaskan ayah dan kekasihnya  yang di tahan oleh ‘Partai’.Karena menentang halau ideologi ‘Partai’.’Partai (PKI)demikian menguasai percaturan politik Indonesia ketika itu .Mereka menggunakan berbagai cara untuk mencapai cita-cita.Namun kegigihan Az Zaim (Ketua Partai) kandas oleh kegigihan seorang gadis muda .Karena cintanya ditolak Az Zaim nekat menggunakan berbagai cara ,termasuk menculik dan memenjarakan sang ayah dan kekasih Fatimah (nama gadis itu)
      Novel ini juga bisa di sebut novel sejarah ,karena menceritakan babak demi babak pergolakan politik ,yang menurut seting cerita ini adalah pemberontakan PKI .Uniknya penulis menggunakan berbagai simbol untuk memperkuat ide cerita . Namun kesa romantis dari sebuah novel tetap terjaga dengan baik
     Barangkali novel ini adalah satu-satunya novel yang ditulis orang asing,khususnya Arab tentang kondisi indonesia. Bisa jadi karena keadaan ideologis antara indonesia  dan mesir yang mrngihlami penulis. Seperti keadaan ideologi Masyumi dengan ikhwanul  Muslimin di Mesir.
Keunggulan dan kelemahan
Keunggulan
Penulis sangat jeli menempatkan tokohnya ,terkadang ia serius menampilkan simbol-simbol agama.seperti pemberian nama kepada keluarga tokoh utama kisah ini .Fatimah adalah putri dari Haji Muhammad Idris,dan kekasih Abdul Hasan .Nama-nama itu mengingatkan kita pada  Muhammad Rasulullah,yang memiliki putri Fatimah ,yang juga istri dari Abdul Hasan (julukan untuk Ali bin Abi Thalib).Disisilain penulis juga bercanda atau bahkan melecehkan ,ketita menyebut organisasi yang di pimpin Az Zaim adalah organisasi wanita.PadahalAz Zaim adalah puncak pimpinan Partai dan otak gerakan.
Kekurangan
Kekurangan novel ini, apakah benar penulis menceritakan pemberontakan PKI?karena dalam novel ini penulis hanya menyebut partai ,tidak jelas partai apa yang dimaksud.Hal itu berbeda ketika penulis menyebut Masyumi dan Syarikat Islam secara jelas.Namun mengingat sang penulis menurut beberapa sumber tidak pernah datang ke Indonesia,perlu di pertanyakan darimana sang penulis memperoleh data.